Hari ini sedikit
berbeda dari hari kemarin. Aku merasa ada yang hilang dari diriku. Dan aku
belum tahu apa yang aku sebut dengan “hilang’ itu. Hanya saja, aku gelisah tak
menentu. Aku khawatir tak karuan sementara aku terus menjalani aktivitasku
seperti biasa. Bangun dari tidur, mandi, sarapan, dan pergi kekampus dengan
cara yang biasa. “terburu-buru”. Meskipun aku sudah bangun lebih pagi, tapi
tidak pernah berangkat tepat waktu dan sampai dikampus dengan tepat waktu. Sesampai dikampus, masuk ruangan kuliah,
mendengarkan celotehan sang dosen, mengernyitkan dahi ketika aku tak mengerti
apa yang diajarkan oleh sang dosen, menjahili teman, lalu pulang dengan perut
kelaparan. Bergegas pulang lalu makan, kemudian istirahat, membaca, menonton,
mengerjakan tugas kuliah, lalu kembali tidur dan bangun pagi, berangkat ke
kampus, dan seterusnya.....
Membosankan
bukan?
Aku pikir dan aku
bilang ya!
Aku masih ingat
dahulu ketika aku masih duduk dibangku sekolah. Dulu, aku punya begitu banyak
aktivitas yang membuatku tidak sempat berpangku tangan, melamun dan memikirkan
hal yang tidak untuk dipikirkan. Rasanya
hidupku dulu lebih berwarna ketika aku belum mengerti apa-apa. Ketika yang ada
di benakku hanya belajar dan bermain bersama teman. Saat itu aku masih percaya
teman atau bahkan siapapun yang aku kenal. Keseharianku diisi dengan segudang
aktivitas yang menyenangkan.
Tapi itu hanya
cerita dulu.
Sekarang berbeda,
jauh berbeda.
Sekarang aku
akrab dengan penghakiman, pengkhianatan, kebohongan, kekerasan, caci maki dan
hal buruk lainnya. Dulu, ketika masih kecil aku berpikir bahwa dunia orang
dewasa itu sangat bebas dan menyenangkan sehingga aku akan makan dengan lahap
ketika orang tuaku berkata “banyak-banyak ya makannya, biar cepat besar”. Sekarang, aku seperti menyesal telah makan
begitu banyak sehingga tidak hanya badanku yang membesar tapi juga ketika aku
menyadari bahwa dunia orang dewasa itu rumit dan menyebalkan. Aku melihat dan merasakan kerumitan itu. Setiap hari orang dewasa terikat dengan
aktivitas-aktivitas yang menggelikan. Bangun pagi, berangkat ke kampus/ kerja,
mengikuti perintah dosen/atasan, dimarahi, disuruh ini itu, tidak boleh begini,
tidak boleh begitu, harus begini, harus begitu, harus datang jam segini, harus
selesai jam begini.
Ahhkk.. rasanyaaku
belum siap menjadi orang dewasa.
Sayangnya siap atau tidak seiring dengan waktu usia ini terus bertambah dan tidak bisa dihentikan apalagi
dimundurkan (dibuat menjadi lebih muda). Oleh sebab itu, mau tidak mau-suka
tidak suka aku harus siapkan
diri untuk menghadapi kerumitan yang sudah ada didepan mata ini. Semoga kuat.. :)